Pentingnya Kesadaran Umat Menerapkan Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup
Pentingnya Kesadaran Umat Menerapkan Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup
Oleh: Rahma Puri Handayani (Ibu Rumah Tangga)
Bupati Bandung Dadang Supriatna punya cara unik dan menarik dalam mensyiarkan Ramadan sekaligus memperingati Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan 1446 H.
Melalui acara yang dikemas dalam bentuk Lomba Cerdas Cermat Pemahaman Al-Quran, Bupati Bandung mengundang sejumlah ormas untuk beradu cepat dan kepintaran dalam menjawab berbagai pertanyaan seputar isi kandungan Al-Quran. Yang menarik, mereka yang diundang pada acara yang berlangsung di Gedung Dewi Sartika itu adalah ormas seperti Pemuda Pancasila, GMBI, BBC, dan FKPPI. Dalam sambutan bupati yang diwakili Sekda, DR H Cakra Amiyana, kegiatan tersebut digelar selain dalam rangka memperingati malam Nuzulul Quran yang kebetulan jatuh pada tanggal 17 Ramadan, juga dalam rangka ikhtiar membangun semangat kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan di antara sesama ormas. (Minggu, 16-3-2025 BandungRaya.net)
Kang DS juga mengatakan yang tak kalah penting dari itu, mereka juga ternyata bisa hidup rukun berangkulan dengan penuh semangat kebersamaan. Karena itu, jika ada satu dua kasus ormas yang berantem, itu hanya oknum dan kebanyakan lebih karena salah paham.
Suasana semakin heboh dan sedikit bergemuruh saat para supporter dari masing-masing ormas memberikan dukungannya dengan yel-yel khas masing-masing kelompok. Salah satunya, disuarakan dengan lantang oleh supporter dari ormas Pemuda Pancasila. “Pemuda Jaya, NKRI Harga Mati.” Tak mau kalah dengan PP, tiga ormas lainnya yang menjadi peserta juga mendapat dukungan yang sama dari para supporternya dengan yel-yel yang berbeda.
Seperti yang kita ketahui saat ini, sistem demokrasi kapitalisme menjadikan akal manusia sebagai sumber aturan, padahal manusia adalah makhluk yang lemah sehingga berpotensi adanya pertentangan dan berkonsekuensi lahirnya berbagai permasalahan. Seperti permasalahan yang saat ini banyak terjadi di negara ini.
Lantas bagaimana seharusnya peran Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat dan negara?
Seharusnya Al-Qur'an menjadi landasan setiap individu, masyarakat, dan negara, namun hari ini justru individu yang berpegang pada Al-Qur'an, dan sebaliknya malah yang menyerukan untuk kembali kepada Al-Qur'an yang dianggap sebagai radikal. Lebih jelasnya lagi, dalam sistem demokrasi kapitalisme ini, prinsip kedaulatan di tangan rakyat menjadikan manusia sebagai penentu hukum, berdasarkan hawa nafsu dan kepentingannya.
Berpegang teguh pada Al-Qur'an sejatinya konsekuensi keimanan dan harusnya terwujud dalam diri setiap muslim. Apalagi jika ingin membangun peradaban manusia yang mulia, Al-Qur'an harus menjadi asas kehidupan. Namun lihatlah hari ini, Al-Qur'an diabaikan meski peringatan Nuzulul Qur'an setiap tahun diadakan, bahkan oleh negara.
Sebagai umat Islam, seharusnya kita menyadari bahwa kewajiban kita sebagai umat Islam adalah berpegang teguh pada Al-Qur'an secara keseluruhan dan memperjuangkan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam semua aspek kehidupan. Dan agar hal ini bisa terwujud, maka dibutuhkanlah dakwah kepada umat yang dilakukan oleh jamaah dakwah ideologis untuk membangun kesadaran umat akan kewajiban menerapkan Al-Qur'an dalam kehidupan secara nyata, tidak hanya bagi individu, namun juga oleh masyarakat dan negara. Mari bersama-sama berjuang berdakwah mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Wallahu a'lam.
COMMENTS