Hastag #KaburAjaDulu Bentuk Kekecewaan Rakyat Terhadap Pemerintah
Hastag Kabur Aja Dulu, Bentuk Kekecewaan Rakyat Terhadap Pemerintah
Oleh : Ross A.R
Aktivis Dakwah Kota Medan
Beberapa waktu lalu hastag kabur aja dulu menjadi trending topik di jagad sosial media X Twitter. #KaburAjaDulu diunggah oleh kalangan muda sebagai wujud kekecewaan mereka terhadap pemerintah Indonesia yang tidak bisa menjamin kehidupan rakyatnya ke arah yang lebih baik. Sulitnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda atau gen-Z ini menjadikan mereka ramai-ramai mencari pekerjaan ke luar negeri. Dalam unggahan pada tagar tersebut Gen-Z mengajak pindah ke negara lain seperti Jerman, Jepang, Amerika, hingga Australia. Mereka menilai kehidupan di sana lebih baik daripada di negeri sendiri. Dalam mencari lapangan pekerjaan juga sangat terbuka bagi generasi muda, dan tidak menyulitkan.
Gen-Z pun mengkaitkan dengan #KaburAjaDulu sebagai ungkapan bahwa kondisi kehidupan di negeri sendiri tidak sebaik di negeri lain. Para generasi muda menilai pemerintah Indonesia tidak dapat memberikan kehidupan yang layak, karena tidak menyediakan lapangan pekerjaan, beasiswa pendidikan, maupun jaminan kesejahteraan kehidupan. (Tempo.com/15/2/2025)
Gerakan 'Kabur Aja Dulu' yang viral di media sosial ternyata menjadi sorotan media asing. Fenomena ini mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap berbagai masalah di Indonesia yang membuat para generasi muda ingin pindah ke negara asing. Salah satu media asing South China Morning Post mengungkap, anak muda Indonesia menyuarakan keinginan untuk merantau melalui tagar #KaburAjaDulu di platform seperti X dan TikTok. (CNBC Indonesia.com/16/02/2025)
Generasi muda yang kecewa terhadap negeri ini pun mengungkapkan tentang kekecewaan mereka akan kesejahteraan yang sangat sulit di dapatkan di negeri ini. Sehingga generasi muda berbondong-bondong menyerukan pindah ke negara-negara maju. Kondisi seperti ini tentunya tidak terlepas dari pengaruh era digitalisasi, terutama pengaruh besar dari media sosial yang menggambarkan kehidupan dinegara maju lebih menjanjikan kesejahteraan dalam hidup.
Tawaran beasiswa yang mudah di akses juga semakin menguatkan para generasi muda tersebut untuk pindah keluar negeri karena kualitas pendidikan di sana juga memadai, berbeda jauh dengan kualitas pendidikan di negeri ini. Bukan hanya terkait pendidikan saja, kesempatan mendapatkan pekerjaan di negeri maju di anggap jauh lebih besar peluang dalam mencapai kesejahteraan. Besarnya upah dari pekerja kasar maupun pekerja terampil menguatkan generasi muda untuk pindah keluar negeri.
Munculnya hastag Kabur Aja Dulu menggambarkan kegagalan kebijakan pemerintah dalam mensejahterakan perekonomian rakyat. Tentunya hal tersebut diakibatkan sistem ekonomi kapitalis yang diemban oleh negeri ini. Dalam sistem kapitalisme yang dituju adalah keuntungan semata, bukan kesejahteraan rakyatnya. Oleh karena itu, sistem saat ini yang menjadi akar munculnya permasalahan tersebut. Sistem kapitalisme menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Inilah dampak dari penerapan sistem kapitalis sekuler di negeri ini, yang akhirnya berdampak buruk pada perekonomian rakyat yang semakin sulit dan terhimpit.
Tentunya berbeda jauh dengan sistem Islam jika di terapkan. Sistem Islam mewajibkan negara membangun kesejahteraan rakyatnya. Islam juga mewajibkan negara memenuhi kebutuhan asasi setiap individu rakyatnya. Sebab untuk mencapai kesejahteraan dalam sistem Islam, negara mempunyai mekanisme yang hakiki untuk mewujudkan kesejahteraan umat. Seperti penyediaan lapangan pekerjaan bagi laki-laki baligh di setiap sektor, yaitu sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Hal tersebut dilakukan dengan mengelola sumber daya alam yang hasilnya untuk kesejahteraan rakyatnya. Dan sumber daya alam sendiri tidak boleh dikelola dan dimiliki individu, korporasi dan oligarki.
Sebagaimana hadist Rasulullah ﷺ :
اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّارِ
“Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)
Sistem pendidikan dalam Islam akan menyiapkan sumber daya manusia yang beriman dan siap membangun negara dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Negara Islam pun akan menjamin pendidikan yang baik dan berkualitas untuk semua warga negaranya, dan itu dapat diakses secara gratis, mudah dan efisien.
Dan sejahtera telah membuktikan pada masa kepimpinan Islam, pendidikan Islam mengalami kegemilangan yang luar biasa. Hal ini di tunjukkan dengan bertumbuhnya lembaga- lembaga pendidikan Islam, sehingga terlahirlah para ulama dan ilmuwan yang menjadi pakar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dalam sistem Islam menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan sejahtera, karena mendapatkan Rahmat dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
Sudah seharusnya sebagai seorang mukmin kita harus mengembalikan kehidupan Islam dalam memimpin dunia. Dan dengan penerapan sistem Islam para generasi muda mampu menjadi tonggak perubahan yang hakiki, tidak berorientasi materi dunia semata. Karena kemaslahatan dan kesejahteraan akan didapatkan secara merata.
COMMENTS