Bela Palestina
Oleh: dinartigege
Siapa pun seharusnya merasa miris dan marah menyaksikan video viral beberapa remaja SMP di sebuah restoran cepat saji pro Zion*s yang menghina anak-anak Palestina. Saat gelombang protes global mengecam genosida yang dilakukan Zion*s, remaja di negeri berpenduduk muslim terbesar dunia ini malah menjadikannya sebagai bahan canda.
Selain merasa miris dan prihatin, mesti ada upaya serius untuk membenahi pola pikir dan pola sikap remaja muslim agar sesuai dengan tuntunan Islam dan membawa kebaikan bagi diri mereka di dunia dan akhirat.
Muslim Wajib Membela Palestina sebab ia adalah tanah kaum muslim yang telah ditaklukkan pada masa kekhalifahan. Juga karena menurut Islam, sesama muslim saling bersaudara sehingga tidak boleh membuka aibnya, apalagi menghinanya secara terang-terangan.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, karena itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS Al-Hujurat: 10).
Rasulullah saw. juga pernah bersabda, "Perumpamaan kaum mukmin itu dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi, bagaikan satu tubuh. Jika ada salah satu anggota tubuh yang sakit, seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan demam (turut merasakan sakitnya).“ (HR Bukhari dan Muslim).
Oleh karenanya, seharusnya di mana pun seorang muslim berada, ia tidak akan tenang dan turut merasakan penderitaan anak-anak, perempuan, dan seluruh saudara muslimnya di Gaza Palestina. Sebagaimana yang kita saksikan di media sosial, berbagai kebiadaban yang tidak berperikemanusiaan telah dilakukan oleh Zion*s Israel terhadap muslim Palestina, bahkan saat mereka berada dalam tenda-tenda pengungsian di perbatasan.
Oleh karenanya, jika ada remaja muslim yang justru menghina anak-anak Palestina yang dibunuh dan dibantai oleh Zion*s Israel, ke mana lenyapnya iman, hati, dan rasa persaudaraan mereka? Sesungguhnya di antara tanda keimanan seseorang adalah ia mencintai sesama muslim sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Nabi saw. bersabda, "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR Mutafaq’alayh).
Untuk itu pembentukan dan penguatan keimanan harus dilakukan kepada remaja muslim agar akidah Islam menjadi asas bagi pola pikir dan pola sikap mereka. Hati yang keras dan tidak peduli terhadap derita muslim Palestina adalah karena iman yang tipis dan pemahaman Islam yang kurang.
Keluarga muslim harus memberikan perhatian serius terhadap pembinaan Islam anak remaja mereka. Pembinaan ini tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah ataupun pondok pesantren. Sebagaimana yang kita ketahui, kurikulum yang ada tidak berbasis Islam, tetapi berbasis sekularisme.
Pembinaan Islam harus dilakukan oleh keluarga muslim di rumah-rumah mereka atau bersama jemaah dakwah Islam ideologis. Sebuah pembinaan yang akan membentuk kepribadian remaja berlandaskan akidah Islam. Dengan pembinaan ini, remaja muslim tidak hanya paham Islam sebagai ilmu, tetapi menjadikannya landasan berpikir dan berperilaku. Adab dan akhlak remaja muslim akan terbentuk dan terus terbina sesuai syariat ajaran Islam.
Pembinaan Islam akan menjadikan remaja muslim sebagai penjaga sekaligus pembela Islam. Mereka pun akan membela saudaranya di mana pun mereka berada, terlebih terhadap muslim Palestina. Tidak hanya membela di dalam hati, tetapi juga menyuarakannya baik secara lisan maupun tulisan, di dunia nyata maupun di dunia maya. Remaja muslim akan menyadari bahwa sekecil apa pun upaya yang mereka lakukan untuk membela Palestina, sejatinya itu adalah amal saleh yang besar nilainya di hadapan Allah Taala.
Dengan mengikuti pembinaan Islam ideologis, remaja muslim akan dipahamkan bahwa solusi hakiki untuk membebaskan Palestina hanyalah dengan kekuatan militer negeri-negeri muslim yang akan berperang menghadapi Zion*s Israel laknatullah 'alaih. Namun, negeri-negeri muslim hari ini justru bergeming, mengecam tanpa ada yang berani mengerahkan pasukan militernya. Oleh karena itu, dakwah di dunia nyata dan dunia maya harus terus digencarkan, termasuk oleh remaja muslim.
Wallahualam bi ashawab.
COMMENTS