Pancasila dan Islam
By : @jo | Writer&creator ampuh.id
Sejak berdirinya sampai sekarang tidak pernah ditemukan dalam kitab mutabanatnya, Hizbut Tahrir membahas tentang Pancasila. Dan memang Hizbut Tahrir tidak ada urusan dengan Pancasila.
Karena Hizbut Tahrir merupakan partai politik yang beridiologi Islam maka yang ada Hizbut Tahrir menjelaskan kerusakan sistem Sosialisme-Komunisme dengan akidah Materialismenya. Atau juga Kapitalisme Demokrasi dengan Sekulerisme sebagai akidahnya.
Maka sangat wajar semenjak masuknya ke Indonesia dakwah Hizbut Tahrir diterima masyarakat, karena akidah Hizbut Tahrir sejalan dengan akidah mayiritas masyarakat negeri ini yakni Islam.
Yang aneh adalah baru sekitar tahun 2014 kesini Hizbut Tahrir dipermasalahkan. Dengan berbagai fitnah dan tuduhan akhirnya BHP Hizbut Tahrir dicabut melalui Perppu ormas yang dinilai cacat hukum.
Fitnah dan tuduhan yang paling sering dilontarkan adalah bahwa HTI dianggap anti NKRI dan akan menghapus Pancasila. Padahal HTI tidak pernah korupsi dan jual aset negeri. HTI juga gak pernah mengusik Pancasila. Karena dalam pandangan HTI Pancasila bukan Idiologi.
Namun karena baru sekarang-sekarang saja HTI dibenturkan dengan Pancasila maka sebagai masyarakat yang cerdas kita pasti bertanya, ada apa sebenarnya? Siapa sebenarnya yang bermasalah HTInya atau yang menuduhnya?
Dan sekarang kita menemukan jawabannya, ternyata partai yang lantang memusuhi dan menuduh HTI, merekalah yang berhasrat mengganti Pancasila. Melaui RUU HIP mereka berusaha memeras Pancasila menjadi trisila, bahkan eka sila yaitu gotong royong.
Sebenarnya itu bukan kalimat baru, dahulu dalam pidatonya Soekarno sudah pernah menyampaikan hal itu. Diteruskan anaknya, Megawati Pembina Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga menyampaikan hal yang sama. Dan sekarang sudah akan direalisasikan melalui RUU HIP meski ditunda pengesahannya. Namun perlu kita ketahui, lagi-lagi inisiatornya dari kalangan partai itu-itu juga.
Saking takutnya dianggap anti Pancasila, sebagian ummat Islam sampai ikut membabi buta memebela Pancasila. Mereka mengatakan bahwa Pancasila juga diilhami dari Islam. Sila pertama dari surat Al Ikhlas dan seterusnya.
Pertanyaannya jika Pancasila berasal dari Islam, Kenapa setelah diperas Pancasila tidak berubah menjadi "TAUHID" malah berubah menjadi "Gotong Royong". Padahal menurut Islam, gotong royong itu kaliamat netral yang dikenal dengan kata ta'awun artinya tolong menolong.
Tolong menolong itu ada tolong menolong dalam kebaikan juga ada tolong menolong dalam kemaksiatan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوٰنِ ۚ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 2)Jika memang Pancasila itu berasal dari Islam harusnya setelah diperas maka inti dari Pancasila adalah "TAUHID" karena Tauhid adalah asas dari Islam itu sendiri bukan?
COMMENTS